Megawati Soekarnoputri Geram PDIP Disebut Golongan PKI - UMATUNA

[ INDRISANTIKA KURNIASARI ]
Berikut Ini Adalah Kontent Dari UMATUNA Yang Mana Memojokan Pemerintahan - Apa yang anda baca dibawah hanya artikel spinner dengan judul provokatif mirip kasus buniyani, artikel sama dengan judul yang berbeda bisa menimbulkan sebuah Prahara.. Simak Baik Baik - kelucuan dari artikel artikel bertema islami tapi tidak justru mencerminkan sikap teror dan sikap munafik yang menjelekan islam secara luas. - sungguh mereupakan situs radikal hoax, yang harus dibasmi, ini merupakan konten baru - untuk konten konten lama - portal-piyungan yang sudah berubah nama menjadi portal-islam dan posmetro yang diketuai oleh adbul hamdi mustafa dari kota tempat teroris ditangkap kapan lalu payakumbuh, serta , beritaislam24h yang berubah nama menjadi opini bangsa, kini situs ini ditemukan berkat INDRISANTIKA KURNIASARI yang menghilang karena ketakutan - yang mana biasanya menyebarkan konten dari UMATUNA dan GEMARAKYAT. dan sudah dipastikan adalah situs situs besutan untuk memecah belah - SELAMAT MEMBACA
Umatuna.com, Blitar - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri geram dengan celotehan sejumlah pihak yang menyebut bahwa partainya merupakan kelompok Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Dalam pidatonya saat meresmikan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, dia menepis tuduhan itu dengan nada tinggi seakan menunjukkan kekecewaan dan kemarahan.

"Kalau hari-hari ini orang mulai buat ulah macam-macam seperti PDIP dibilang PKI-lah, ini orang mengerti enggak urusan partai," tutur Megawati lantang di lokasi, Selasa (6/6/2017).

Menurut dia, sejak awal, PDIP berdiri dan disahkan menjadi partai pembawa aspirasi masyarakat Indonesia di Tanah Air. Hanya empat pilar kebangsaanlah yang menjadi asas ideologi. Tidak ada satu pun cara pandang PKI yang meracuni para kadernya.

"Jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) kita yang diputuskan institusi tertinggi partai itu ideologi kita Pancasila! Jadi berpikirlah dengan jernih. Bukan waktunya berpikir kacau balau," ketus Presiden Kelima RI itu.

Megawati mengaku tidak habis pikir dengan pernyataan liar segelintir kelompok tersebut. Terlebih, orangtuanya yakni Bung Karno pun dilengserkan dari posisinya sebagai presiden dikarenakan isu PKI pula.

"Ketika itu beliau dibilang punya kerja sama dengan Partai Komunis. Saya buka saja nih ya, oleh MPR itu beliau dijadikan Presiden Republik Indonesia seumur hidup. Terus panglima tertinggi ABRI, bahasanya waktu itu apa ya, saya suka lupa apa, panglima TNI. Ya terus dinilai bahwa beliau ingin mengambil kekuasaan dari pemerintahan yang sah. Pertanyaannya pemerintahan yang sah itu apa? Bung Karno sendiri toh," jelas dia.

"Tapi Republik ini dibuat galau, dibuat tidak berpikir jernih. Lucu tidak ada yang berani mengatakan bahwa Bung Karno benar. Yang ada ketakutan dan berdampak sangat panjang," Megawati menandaskan. Sumber: Liputan6

http://www.umatuna.com/ noreply@blogger.com (Admin Umatuna) July 25, 2017 at 01:23PM

Subscribe to receive free email updates: