Berikut Ini Adalah Kontent Dari UMATUNA Yang Mana Memojokan Pemerintahan - Apa yang anda baca dibawah hanya artikel spinner dengan judul provokatif mirip kasus buniyani, artikel sama dengan judul yang berbeda bisa menimbulkan sebuah Prahara.. Simak Baik Baik - kelucuan dari artikel artikel bertema islami tapi tidak justru mencerminkan sikap teror dan sikap munafik yang menjelekan islam secara luas. - sungguh mereupakan situs radikal hoax, yang harus dibasmi, ini merupakan konten baru - untuk konten konten lama - portal-piyungan yang sudah berubah nama menjadi portal-islam dan posmetro yang diketuai oleh adbul hamdi mustafa dari kota tempat teroris ditangkap kapan lalu payakumbuh, serta , beritaislam24h yang berubah nama menjadi opini bangsa, kini situs ini ditemukan berkat INDRISANTIKA KURNIASARI yang menghilang karena ketakutan - yang mana biasanya menyebarkan konten dari UMATUNA dan GEMARAKYAT. dan sudah dipastikan adalah situs situs besutan untuk memecah belah - SELAMAT MEMBACA
Rahmah berprofesi sebagai guru di Beijing. Semula ia mengajar di lingkungan tempat tinggalnya di Qinhai, tapi karena di Qinhai tak diperbolehkan memakai hijab, ia mengalah dan kemudian pindah.Umatuna.com, Jakarta - Memakai jilbab di Indonesia bukan perkara langka. Tapi jika kamu memakai jilbab di Tiongkok, itu bisa jadi hal yang tabu. Sebagaimana penuturan Rahmah, perempuan muslim yang lahir dan tinggal di Provinsi Qinhai, Tiongkok.
Dilaporkan BBC, perempuan yang mempunyai nama Tiongkok, Ye Qingfang memutuskan berhijab sejak masuk ke perguruan tinggi. Meski pemeluk agama Islam di Tiongkok lumayan banyak, warga di sana masih tabu dengan yang namanya hijab. Dari situlah, Rahmah kerap mendapat diskriminasi dari lingkungan sekitar.
Rahmah dianggap orang yang unik karena berbeda dari yang lainnya. Malah tak jarang yang menganggap Rahmah sebagai orang gila yang terganggu kejiwaannya.
"Pada awalnya, orang-orang mungkin tidak mengerti. Mereka menyuruhku ke konsultan kejiwaan. Mereka bertanya apakah saya telah dimanipulasi oleh kelompok-kelompok setan atau yang terkait dengan itu," katanya sebagaimana dikutip dari BBC.
Kendati demikian, Rahmah bersikukuh tetap memakai hijab dan akan tetap meyakini agama Islam sebagai agamanya. Ia sekarang berupaya untuk mengajak perempuan muslim di Tiongkok agar berani mengangkat identitas keislamannya.
Rahmah berprofesi sebagai guru di Beijing. Semula ia mengajar di lingkungan tempat tinggalnya di Qinhai, tapi karena di Qinhai tak diperbolehkan memakai hijab, ia mengalah dan kemudian pindah.
Selain sebagai pengajar, Rahmah juga membuka bisnis hijab di Tiongkok. Ia ingin perempuan muslim di Tiongkok percaya diri dengan menggunakan hijab.
"Saya berharap perempuan Muslim percaya diri untuk memakai jilbab, dan tetap tenang dan elegan di tempat-tempat kerja," pungkasnya. Sumber: Liputan6
http://www.umatuna.com/ noreply@blogger.com (Admin Umatuna) July 25, 2017 at 02:21PM