Rizieq Shihab Jadi Presiden Indonesia, Kenapa Tidak? - UMATUNA

[ INDRISANTIKA KURNIASARI ]
Berikut Ini Adalah Kontent Dari UMATUNA Yang Mana Memojokan Pemerintahan - Apa yang anda baca dibawah hanya artikel spinner dengan judul provokatif mirip kasus buniyani, artikel sama dengan judul yang berbeda bisa menimbulkan sebuah Prahara.. Simak Baik Baik - kelucuan dari artikel artikel bertema islami tapi tidak justru mencerminkan sikap teror dan sikap munafik yang menjelekan islam secara luas. - sungguh mereupakan situs radikal hoax, yang harus dibasmi, ini merupakan konten baru - untuk konten konten lama - portal-piyungan yang sudah berubah nama menjadi portal-islam dan posmetro yang diketuai oleh adbul hamdi mustafa dari kota tempat teroris ditangkap kapan lalu payakumbuh, serta , beritaislam24h yang berubah nama menjadi opini bangsa, kini situs ini ditemukan berkat INDRISANTIKA KURNIASARI yang menghilang karena ketakutan - yang mana biasanya menyebarkan konten dari UMATUNA dan GEMARAKYAT. dan sudah dipastikan adalah situs situs besutan untuk memecah belah - SELAMAT MEMBACA
Umatuna.com, JAKARTA - Nama imam besar FPI, Rizieq Shihab, sempat terlontar dalam diskusi di Cikini dengan topik membedah Perppu Ormas.

Nama Rizieq awalnya terdengar dari ucapan pengamat politik Boni Hargens saat menanyakan siapa orang paling tepat menurut Hizbut Tahrir Indonesia untuk memimpin Indonesia ke depan.

Konteksnya, HTI telah menilai Presiden Joko Widodo telah zalim kepada mereka.

Seperti diketahui, HTI mengusung konsep khilafah.

"Lantas, siapa yang mau jadi presiden? Masa iya Habib Rizieq mau dijadiin presiden," tanya Boni kepada juru bicara HTI, Ismail Yusanto, yang juga hadir dalam diskusi, Minggu (23/7/2017).

Ismail mengatakan bisa saja dukungan akan diberikan kepada Rizieq apabila kemudian Rizieq dapat merepresentasikan dan menampung aspirasi umat Islam di Indonesia.

"Ya bisa saja, kenapa tidak diberi kesempatan?" ujar Ismail sambil tersenyum.

"Itu permisalan saja, kalau ada yang memang lebih baik Islamnya dan bisa memimpin kenapa tidak?" Ismail buru-buru menambahkan.

Boni yang duduk di sebelah Ismail terlihat hanya tertawa mendengar jawaban tersebut.

"Ya sudah suruh pulang dulu dia," sergah Boni disambut tawa keduanya. Sumber: Tribun

http://www.umatuna.com/ noreply@blogger.com (Admin Umatuna) July 25, 2017 at 01:54PM

Subscribe to receive free email updates: