Pagi ini


Pagi ini aku memilih jalan yang sunyi. Kayuhan solo, ditemani langit yang redup, seolah-olah alam turut memperlahankan langkah dunia. 

Redupnya bukan sekadar cuaca, tetapi seperti satu pelukan lembut yang mengajak hati untuk lebih jauh mengembara. Tanpa sedar, kayuhan hari ini melangkaui kebiasaan, lebih 20 kilometer, namun terasa ringan.. seakan roda basikal ini digerakkan oleh ketenangan. 

Di kiri kanan jalan, alam membuka tirainya satu persatu. Alur air mengalir perlahan, memantulkan cahaya kelabu pagi. Rimba yang menghijau berdiri diam, namun hidup dengan bisikan angin. Kicau mergastua bersahutan, sesekali disulam kokokan ayam dari kejauhan, semuanya seperti muzik lama yang pernah kita kenal, tetapi sudah lama tidak kita dengar. 

Dalam kayuhan ini, aku tidak sekadar bergerak dari satu tempat ke satu tempat, tetapi seakan melangkah masuk ke dunia yang lain.. dunia yang lebih damai, lebih jujur, dan lebih dekat dengan diri sendiri. 

Kadang-kadang, kita tidak perlu pergi jauh untuk mencari ketenangan. Cukup sekadar mengayuh perlahan, dan membiarkan alam memimpin pulang hati yang penat.

Subscribe to receive free email updates: